Kamis, 22 Februari 2018

kebiasaan adalah hobi


hobi seseorang tak semua sama, saya berlima dengan teman saya berbeda-beda kebiasaannya.
ada yang suka main bola, main game, futsal dll.
hobi adalah kegiatan yang bermanfaat disaat waktu luang dan tak merugikan banyak orang.
buatlah hobi anda se asik mungkin yang tak langsung bisa membosankan diri tuk beraktifitas.

hobi itu banyak pilihan diantaranya dalam hal olah raga maupun yang lain. hobi saya membaca dan menghafal. yah itu sebuah hal yang indah dalam hidupku. kadang manusia tak memikirkan pentingnya membaca. dari membaca kita dapat mengetahui hal yang belum pernah kita ketahui.

yeahh... kebiasaan itu tak selalu sama dengan orang lain dan kesibukan orang lain itu juga tak dalam waktu yang sama. ada kebiasaan belajar waktu malam sehabis sholat isya, pagi habis sholat subuh.
aku sendiri memilih waktu belajar di waktu sore pukul 5.00 pm sampe 7.00 pm dan istirahat secukupnya.

membaca juga tak perlu di lingkungan yang sepi dan jauh dari orang lain. kadang kita juga butuh bantuan tuk memahami kata-kata yang belum kita ketahui.
ini dia membaca... Membaca itu kegiatan meresepsi, menganalisis, dan menginterpretasi yang dilakukan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang hendak disampaikan oleh penulis dalam media tulisan.Kegiatan membaca meliputi membaca nyaring dan membaca dalam hati.Membaca nyaring adalah kegiatan membaca yang dilakukan dengan cara membaca keras-keras di depan umum.Sedangkan kegiatan membaca dalam hati adalah kegiatan membaca dengan saksama yang dilakukan untuk mengrti dan memahami maksud atau tujuan penulis dalam media tertulis.

biar kagak bosen membaca dan bisa menyerap ilmu dari buku yang kita baca nih guys.. qw ada tpis nya


1. Menggumamkan Bacaan Itu Tidak Efektif. Coba Putar Musik Instrumental atau Kunyah Permen Karet untuk Mendistraksi Kebiasaan Tersebut

Hindari menggumam dengan memutar musik instrumental
Hindari menggumam dengan memutar musik instrumental 
ADVERTISEMENT
Sadar nggak sih kalau seringkali kita menggumamkan apa yang sedang dibaca? Sebenarnya, gaya membaca seperti ini nggak salah sih, hanya saja kurang efektif jika digunakan untuk membaca buku pelajaran atau kuliah. Kamu akan memakan waktu lama karena membaca secara kata per kata. Selain itu, kamu juga akan rawan mengulangi bacaan sebelumnya.
Untuk itu, jadikan membacamu efektif dengan mengurangi kebiasaan ini. Sulit sih memang, tapi kamu bisa mulai mencobanya, kok. Caranya, pasang earphone di telingamu dan putarlah lagu instrumental; atau bisa juga dengan mengunyah permen karet. Dengan begitu, otakmu akan terdistraksi dari vokalisasi bacaan dan lebih fokus untuk membaca serta memahami saja.

2. Jarak Pandang Membaca Itu Berpengaruh, Lho! Supaya Lebih Fokus, Pastikan Jarak Bacamu ± 30 cm

Duduk dan baca dalam jarak 30 cm
Duduk dan baca dalam jarak 30 cm

Fokus adalah kunci utama untuk membaca dengan efektif. Kalau kamu nggak memfokuskan diri, kamu pasti akan susah memahami apa yang sedang kamu baca. Benar, nggak? Nah, ada banyak faktor yang bisa mempengaruhi tingkat fokusmu saat membaca. Mulai dari tempat, suara, kondisi fisik, hingga jarak pandang membaca.
ADVERTISEMENT
Membaca dengan jarak antara mata dan buku yang dekat memang terlihat lebih fokus, tapi sebenarnya justru kebalikannya. Membaca dalam jarak terlalu dekat justru akan membuatmu pusing dan sulit memahami karena hanya melihat bacaan secara kata per kata. Maka dari itu, bacalah buku dalam jarak ideal, yaitu sekitar 30 cm. Dalam jarak ini, pandanganmu akan lebih luas sehingga bisa mencakup 1 kalimat secara langsung. Otakmu pun akan lebih rileks dalam menerima informasi karena nggak merasa pusing. Jadi, lebih fokus, ‘kan?

3. Membaca Secara Kata per Kata Akan Menghabiskan Waktu. Biasakan Dirimu Membaca dalam 1 Kalimat Utuh

Baca secara per kalimat
Baca secara per kalimat 
ecara kata per kata. Dalam sebuah bacaan, kata-kata tidak bisa berdiri sendiri. Kata-kata saling tergabung dalam sebuah kalimat yang harus dibaca secara satu kesatuan untuk bisa dipahami dengan baik. Kalau kamu hanya fokus memaknai kata per kata, kamu hanya akan sibuk bolak-balik mengulang bacaan yang sebelumnya. Nggak hanya menghabiskan waktu saja, tapi kamu juga kehilangan fokus dan pemahaman.
Bacalah buku atau bacaan lain secara per kalimat. Letakkan fokus pandangan selalu pada kata ketiga dan keempat, dengan begitu cakupan kata yang bisa kamu baca akan lebih banyak. Setelah itu, cari kata kunci setiap kalimat yang telah kamu baca. Kata itu akan membantumu memahami makna dari kalimat selanjutnya.

4. Gerakkan Jari Telunjuk Sesuai dengan Bacaan untuk Mengantisipasi Membaca Ulang atau Adanya Kata yang Terlupa

Minta bantuan jari telunjukmu
Minta bantuan jari telunjukmu
Selain menggumam, ada kebiasaan lain yang secara nggak sadar pasti kita lakukan saat sedang membaca. Yap, mengulang kembali kata-kata atau kalimat yang sebelumnya sudah terbaca. Kebiasaan ini jelas tidak efektif, baik dari segi waktu maupun pemahaman. Sudah waktu membaca jadi semakin lama, pemahaman yang didapat juga jadi tidak seberapa.
Kebanyakan alasanmu membaca ulang adalah karena adanya kata-kata yang terlupa, sehingga kamu kurang memahami bacaan di halaman selanjutnya. Nah, untuk mengatasinya, cobalah membaca dengan menggunakan bantuan dari jari telunjukmu. Gerakan jari telunjuk sesuai dengan bacaan yang sedang kamu baca. Dengan begitu, nggak akan ada lagi kata yang terlupa ataupun terlewat, ‘kan?

5. Ide Utama Penting untuk Diketahui. Cari di Setiap Paragraf dan Beri Tanda Menggunakan Highlighter

Beri tanda untuk setiap ide utama
Beri tanda untuk setiap ide utama 
Salah satu cara untuk bisa cepat paham dengan apa yang kamu baca adalah dengan mengetahui ide utama yang ingin disampaikan. Jangan langsung mencari ide utama 1 buku. Mulailah secara per paragraf.
Biasanya, ide atau kalimat utama itu berada hanya di awal atau di akhir paragraf saja. Saat sudah mengetahui ide utamanya, berilah tanda dengan menggunakan highlighter. Ide utama ini adalah ‘jembatan’ yang menghubungkan setiap paragraf yang kamu baca. Dengan mengetahui dan menandai dengan baik, kamu akan lebih mudah memahami dan menangkap maksud yang disampaikan oleh buku tersebut.

6. Ketahui Kemampuan Baca dan Daya Serap Katamu. Ukurlah Secara Rutin Setiap Membaca Buku

Ukur kemampuan membacamu
Ukur kemampuan membacamu 
Membaca yang baik dan efektif, nggak selalu identik dengan kecepatan, lho. Pasti ada juga di luar sana yang membaca dengan sangat cepat tetapi kurang memahami isi dari buku yang dibacanya. Oleh karena itu, yang perlu diukur bukanlah kecepatan, melainkan sampai mana kemampuan membaca dan daya serap katamu.
Cara mengetahui kemampuan ini juga mudah. Pertama, setel timer selama 1 menit. Kemudian, bacalah buku dengan senyaman mungkin sampai timer-mu berbunyi. Hitung berapa banyak paragraf atau halaman yang bisa kamu baca dan catat sebagai bukti. Ulangi cara ini setiap kamu akan membaca buku yang lain. Usahakan waktu yang kamu butuhkan menjadi semakin singkat tetapi dengan pemahaman yang lebih baik, supaya membacamu nggak hanya semakin cepat tetapi juga semakin efektif.

7. Buatlah Dirimu untuk Lebih Sering Membaca. Dengan Begitu, Kemampuan Membaca Efektifmu Akan Lebih Terasah

Perbanyak waktu dan buku untuk dibaca
Perbanyak waktu dan buku 
Practice makes perfect
Yap, benar banget. Rutin melatih diri akan membuatmu semakin baik. Ini nggak hanya berlakuk dalam dunia musik atau olahraga saja, tetapi juga membaca. Semakin sering kamu membiasakan diri untuk membaca, semakin nyaman dan baiklah kamu dalam melakukannya. Dan saat kamu semakin baik, waktu membacamu nggak hanya menjadi lebih cepat, tetapi kamu juga semakin mudah dalam memahami ide dan maksud dari bacaan tersebut.

Biasakanlah dirimu untuk membaca apapun setiap harinya; bisa novel, majalah, koran, atau artikel-artikel di internet. Lakukan ini dengan rutin, praktikan cara di nomor 1 sampai 6, dan kemampuan bacamu akan jauh lebih baik dari sebelumnya.

membaca adalah jendela ilmu